Jumat, 26 Februari 2016

Kalo Hebat,Jangan Kelewat...!!!!




“Karena Setelah benar dan hebat,tak perlu ada merasa paling benar dan Hebat..” Eh*

Belakangan ini ane semakin di kejutkan dengan fenomena-fenomena baru di halaman tetangga (Bah…Halaman yang mana ya?Uhuk..uhuk..)
Fenomena ini..Meski sebenarnya sedikit keberadaan nya,tak nampak jelas seperti putih-putih di belakang Rumah,atau harus teliti melihatnya seperti mencari jarum di bawah Jendela,Pas maghrib pulak.. Eh..
Mungkin juga jarang di muat di koran waspada,atau majalah-majalah edisi ke-Kinian katanya,tapi tak bisa pulak di bilang langka..(E’eh,Medan kali bahasa awak ne bah..)
Entahlah,sebenarnya bukan fenomena aFa-aFa ntar..
Bukan pula Sebuah Aliran beken Bernama Ga*atar..
Bukan juga gosip-gosip hangat berisi banyak kabar..(Sehangat Roti Bakar kali’ ya.. :v)
Atau bukan juga hal menakutkan seperti Racun-racun kopi yang banyak Terdengar.. (Sianifar, Eh Siani*a kayaknya..ckckck)
Serta bukan pula LG BETEK yang sedang naik daun di kalangan manusia tidak normal.. (Timun makan timun pulaknya.. )
Sebenarnya hanya sebuah fenomena kecil yang hadir di tengah-tengah kita saat ini..
Eh,bukan kecil lagi..malah sudah membesar,pun saat ini sudah sangat banyak di temui di sekeliling kita..
Di sekitar rumah, di jalan, di pasar di jual berbagai macam kebutuhan yang sangat kita butuhkan.. Eh* Kok jadi lari Gini…
Oke,kita sudahi dulu ke-Bercandaan ini..
***


Sejatinya memang Fitrah manusia,ketika kita tahu sesuatu kita akan merasa paling bisa,paling Hebat,paling  menguasai itu…eh,padahal Paling-paling Gaya doang…
Semisal,ada seorang anak yang hebat dalam bermain bola..
Lalu saat bermain di dalam tim,sudah bisa di pastikan dengan besar kemungkinan dia akan bermain lebih mengutamakan individu dari pada bermain dalam Tim.
Karena apa? Karena dia merasa dirinya lebih bisa menangani masalah dan mencetak Gol sendirian.. Padahal kenyataannya, kecil kemungkinan ia akan berhasil bila sendirian.. *Kan udah ane bilang..
Ini kesalahan pertama, dia merasa bisa sendiri saja dan merasa bisa sendirian..
Kedua, dia merasa paling hebat paling bisa paling baik.. Kenyataannya toh, kalau berhasil juga banyak komentar pedas nantinya.. bisa saja teman’’ mengatakan ah kamu rakus,bawa aja bolanya pulang,main sendiri aja.. :v 
tapi ah sudahlah…
Dalam sudut religiusnya, seriusnya, perumpamaan seorang yang menggap dirinya adalah seorang beriman yang paling suci di antara orang” lainnya..
Padahal dalam sebuah ayat, Allah melarang hambanya dalam hal ini..
Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa” (QS. An Najm:32)
Adakalanya memang kita akan merasa paling baik, ketika kita melihat kesalahan atau kelemahan orang lain tepat di depan mata kita..
Sebenarnya bukan perihal siapa yang Baik, hebat dan siapa yang tidak..
Perumpamaannya Ini hanya soal kewajiban menyucikan diri, dan Larangan menganggap diri paling Suci..
Maka bagaimana pun keadaan kita,meski berada di pihak yang benar,di pihak yang hebat sekalipun..
Kita tetap tak pantas merasa tinggi Hati,cobalah memahami..
Kalo memang merasa Hebat,ya jangan kelewat..
Karena kita sudah DEWASA bukan…!!!!!!