“Karena Setelah benar
dan hebat,tak perlu ada merasa paling benar dan Hebat..” Eh*
Belakangan ini ane
semakin di kejutkan dengan fenomena-fenomena baru di halaman tetangga (Bah…Halaman
yang mana ya?Uhuk..uhuk..)
Fenomena ini..Meski
sebenarnya sedikit keberadaan nya,tak nampak jelas seperti putih-putih di
belakang Rumah,atau harus teliti melihatnya seperti mencari jarum di bawah
Jendela,Pas maghrib pulak.. Eh..
Mungkin juga jarang di
muat di koran waspada,atau majalah-majalah edisi ke-Kinian katanya,tapi tak
bisa pulak di bilang langka..(E’eh,Medan kali bahasa awak ne bah..)
Entahlah,sebenarnya
bukan fenomena aFa-aFa ntar..
Bukan pula Sebuah
Aliran beken Bernama Ga*atar..
Bukan juga gosip-gosip
hangat berisi banyak kabar..(Sehangat Roti Bakar kali’ ya.. :v)
Atau bukan juga hal
menakutkan seperti Racun-racun kopi yang banyak Terdengar.. (Sianifar, Eh
Siani*a kayaknya..ckckck)
Serta bukan pula LG
BETEK yang sedang naik daun di kalangan manusia tidak normal.. (Timun makan
timun pulaknya.. )
Sebenarnya hanya sebuah
fenomena kecil yang hadir di tengah-tengah kita saat ini..
Eh,bukan kecil
lagi..malah sudah membesar,pun saat ini sudah sangat banyak di temui di
sekeliling kita..
Di sekitar rumah, di
jalan, di pasar di jual berbagai macam kebutuhan yang sangat kita butuhkan..
Eh* Kok jadi lari Gini…
Oke,kita sudahi dulu
ke-Bercandaan ini..
***
Sejatinya memang Fitrah manusia,ketika kita tahu sesuatu
kita akan merasa paling bisa,paling Hebat,paling menguasai itu…eh,padahal Paling-paling Gaya
doang…
Semisal,ada seorang anak yang hebat dalam bermain bola..
Lalu saat bermain di dalam tim,sudah bisa di pastikan dengan
besar kemungkinan dia akan bermain lebih mengutamakan individu dari pada
bermain dalam Tim.
Karena apa? Karena dia merasa dirinya lebih bisa menangani
masalah dan mencetak Gol sendirian.. Padahal kenyataannya, kecil kemungkinan ia
akan berhasil bila sendirian.. *Kan udah ane bilang..
Ini kesalahan pertama, dia merasa bisa sendiri saja dan
merasa bisa sendirian..
Kedua, dia merasa paling hebat paling bisa paling baik..
Kenyataannya toh, kalau berhasil juga banyak komentar pedas nantinya.. bisa
saja teman’’ mengatakan ah kamu rakus,bawa aja bolanya pulang,main sendiri
aja.. :v
tapi ah sudahlah…
Dalam sudut religiusnya, seriusnya, perumpamaan seorang yang
menggap dirinya adalah seorang beriman yang paling suci di antara orang”
lainnya..
Padahal dalam sebuah ayat, Allah melarang hambanya dalam hal
ini..
“Maka janganlah kamu
mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang
bertakwa” (QS. An Najm:32)
Adakalanya memang kita
akan merasa paling baik, ketika kita melihat kesalahan atau kelemahan orang
lain tepat di depan mata kita..
Sebenarnya bukan
perihal siapa yang Baik, hebat dan siapa yang tidak..
Perumpamaannya Ini
hanya soal kewajiban menyucikan diri, dan Larangan menganggap diri paling
Suci..
Maka bagaimana pun
keadaan kita,meski berada di pihak yang benar,di pihak yang hebat sekalipun..
Kita tetap tak pantas
merasa tinggi Hati,cobalah memahami..
Kalo memang merasa Hebat,ya jangan kelewat..
Karena kita sudah
DEWASA bukan…!!!!!!
